Sang Pemenang!
Lama juga, sudah 12 tahun yang lalu tersimpan senyum anak-anak itu dibenak.
Langit menyebarkan tinta hitam ke seluruh penjuru desa, tak lama angin menari-nari bersama dedaunan yang terbang digandengnya berdansa. Tak lama bau harum tanah semerbak masuk dalam jiwa. Hujan datang bersama kesenangan. Anak-anak dari blok Timur dan blok Barat mengadakan persahabatan bola jalanan. Jalan paving warga sebagai lapangan, sendal sebagai gawang dan rumah warga sebagai pembatas bola keluar.
Tiga minggu yang lalu blok Barat harus tumbang dengan skor akhir 6-5. Hari ini hari penentuan setelah satu minggu yang lalu blok Timur yang harus kalah.
"Aturan seperti biasa, pelanggaran bergantung pada kesepakatan bersama, handball harus jujur, dan ukuran tinggi bola kiper bergantung pada tinggi lompatan kiper." Ucap Asha sebagai kapten Blok Barat.
"Okee, ayoo suit... Pilih bola atau lapangan?" Yoyog, sang kapten blok Timur.
Team terdiri dari empat orang, satu kiper dan tiga penyerang. Jarak lapangannya sendiri tidak menentu, tergantung kondisi jalan. Rata-rata panjang lapangannya sekitar 10-12 meter, sedangkan lebarnya mengikuti lebar jalan.
Pertandingan berlangsung dengan seru. Blok Timur dan Blok Barat masih saling serang dengan strategi insting pribadi masing-masing.
"Gollll!!" Maulana dari blok Barat berlari, teriak ke arah Asha yang telah memberikan asis dengan tendangan lengkung khas-nya yang meniru David Beckham. Dan langsung di sambut dengan tendangan volly Maulana yang begitu akurat.
Blok Barat 1-0 Blok Timur.
***
Pertandingan kembali dimulai. Hujan semakin deras dan pertandingan mulai panas. Yoyog dari Blok Timur dengan tubuh besarnya, menggiring bola menerjang anak-anak blok Barat. Namun Ferdi dengan sigap merebut bolanya.
Alpan tak mau kalah membantu Yoyog merebut kembali bola dari Ferdi. "Oper sini Pan.." Nando yang sudah didepan gawang memberi arahan dengan mengangkat tangan.
Maulana langsung berlari menjaga Nando. Alpan masih menggiring kedepan yang diikuti Ferdi.
Asha dari depan dengan sigapnya langsung penyerobot bola dari Alpan. Bersih! Di oper ke Maulana yang sudah bergerak ketika melihat Asha merebut bola... di kembalikan ke Asha. Operan satu dua yang ciamik dipertunjukkan.
Bola di kaki Maulana, diopernya ke gawang dua, disambut Asha dengan tenang. "Gollll!!" Asha lompat memeluk Maulana dan teman-teman lainnya. 2-0 untuk Blok Barat
Pertandingan babak pertama berlangsung sengit hingga akhir dengan skor 3-2.
***
Memasuki babak kedua. Blok Barat dengan skor 3, Blok Timur dengan Skor 2.
Pertandingan ini ditentukan oleh 6 goll dengan dua babak. Babak pertama akan berlangsung dengan skor 3, babak kedua akan berlangsung dengan skor 3 selanjutnya. Bagi team yang lebih dulu mendapatkan skor 6 brarti team itu sebagai pemenang.
Yoyog mengoper bola dan langsung di tendang oleh Alpan si jangkar dari blok Timur ke gawang blok Barat.
"Golll!!" Gol spektakuler Alpan dari jarak 6 meter yang langsung membuat pertandingan semakin menegangkan. Skor sementara 3-3.
Hujan mulai reda, banyak warga antusias melihat pertandingan Asha dan teman-teman. Mereka membawa payung dan sebagian berteduh dirumah samping kanan kiri jalan.
Jalanan mulai ramai orang-orang yang ingin menonton bola. Dari anak-anak yang tadinya main hujan sampai orang-orang tua yang ingin menonton keseruan pertandingan.
Sesekali harus minggir, karena ada motor atau mobil harus lewat.
***
Bola dipegang kapten dari blok Timur dan Barat. Baru saja ada truk box lewat. Dilempar ke atas! Pertandingan kembali mulai. Skor sudah 5-5 yang membuat pertandingan semakin panas dan menegangkan.
Hujan mulai benar-benar reda, tetapi gledek terus menyambar. Langit pun masih tak mau sedikit menepi memberi matahari ruang untuk sedikit menghangatkan.
Serangan semakin tak terelakkan, masing-masing team mengerahkan seluruh tenaganya. Strategi serangan balik yang dibuat Blok Timur cukup menyulitkan Blok Barat.
Blok Timur harus memakai strategi parkir bus. Asha dan Maulana benar-benar dikawal ketat. Ferdi yang saat ini memegang bola harus pasing satu dua dengan kiper.
Asha pun mulai kebingungan mencari ruang kosong. Sampai pada akhirnya, entah apa yang merasuki Maulana. Maulana berlari ke belakang mengambil bola dari Ferdi yang sedari tadi tidak ada yang merebut.
Maulana langsung mengotak-atik pertahanan Blok Timur. Yoyog mencoba untuk menghadang Maulana. Namun gocekan Maulana mampu menipu pergerakan Yoyog.
Nando mulai lengah melihat Maulana yang begitu gesit melewati Yoyog begitu saja.
Asha langsung berlari menuju ke arah gawang.
Alpan yang menyadari itu, langsung mencoba untuk menjaga Asha. Namun Asha dengan gerakan zikzak terlepas dari penjagaan dan langsung diberi umpan lambung Maulana.
"GOOLLL!!" Tendangan salto Asha yang begitu indah. Mengakhiri pertandingan yang begitu sengit.
Maulana, Ferdi dan Amin (GK) berlari ke Asha merayakan Gol sekaligus kemenangan.
Skor akhir 6-5, dimenangkan oleh blok Barat.
Yoyog dan teman-teman berjalan menuju Asha, mengajak berjabat tangan. Warga yang melihat ikut merayakan kemenangan Asha dan teman-temannya.
"Kau sangat hebat Asha, sepertinya kita harus berangkat ke kabupaten untuk menjadi pemain Liga pro Indonesia." Yoyog yang masih menjabat tangan Asha.
"Kau juga hebat Yog, aku sangat memimpikan itu. Mari kita berlatih bersama."
"Aku akan terus berlatih untuk mengalahkanmu."
"Yah.. Aku juga menantikan itu" Asha melepas jabatan dan menepuk pundak Yoyog.
"Asha, Maulana pulang... Kau Maul dari tadi udah dicari mamak kau." Ibuku yang sedari tadi menonton di pinggir jalan memanggilku.
Matahari tiba-tiba tersenyum menyapaku. Hangat! Hangatnya kemenangan..
Aku tersenyum bangga dan berlari menghampiri Ibu. Maulana dan teman-teman lainnya pulang ke rumah masing-masing.
Blok Timur dan blok Barat tidak pernah menjadi musuh. Kami musuh hanya di bola jalanan. Di luar itu kami teman satu sekolah, satu tempat ngaji, dan satu organisasi pemuda Musholla.
Setelah sepuluh tahun dari kejadian persahabatan itu, diantara kami tidak ada yang menjadi pemain sepak bola. Sebagian bekerja dan sebagian mencari Ilmu ke luar kota.
Mimpi itu tidak hilang, hanya saja kita perlu bangun untuk sadar. Tidak semua yang kita mimpikan itu baik, dan tidak semua yang hal yang tidak terpikirkan itu buruk.
Komentar
Posting Komentar